About the Author

author photo

Just a lamer who knows nothing :) | E-mail: fadly87@gmail.com | Blog: http://idrus.net

See All Posts by This Author

Pengingat Waktu Sholat di Linux, Pake Minbar

Forewords

Yayaya…

Linux memang mengasyikkan dan bisa membuat lupa waktu bila sudah terbuai larut kedalamnya. Namun, bagi umat Islam, tentu saja ada kewajiban utama yang mesti dilakukan setiap hari sepanjang hidupnya, yakni sholat 5 waktu. Ehm, ada loh orang yang tahan duduk berjam-jam sembari memelototi layar monitornya yang menjalankan distribusi Linux favorit di atas desktop yang eye-catching pula, GNOME. Yang saking keasyikannya ia malah melewatkan waktu sholat, dengan alasan, “duh, kok gak kedengeran suara adzan sie?” Eh… eh… eh… ini bukan curhat tentang saya loh! *ngeles mode on* :P

Bila di Windows, ada Ebta Setiawan dengan program Shollu-nya maka di Linux, adalah Djihed Afifi <djihed@gmail.com>, salah seorang yang peduli kepada para pengguna Linux yang muslim, dengan membuat sebuah program pengingat waktu sholat untuk desktop GNOME pada khususnya dan beragam distribusi Linux pada umumnya.

Menginstal Minbar

Dapatkan rilis terbaru Minbar dari website resminya; http://www.djihed.com/minbar. Bagi para pengguna distribusi Ubuntu beserta turunannya, cukup menjalankan perintah sudo apt-get install minbar dari Terminalnya, karena Minbar telah terintegrasi di dalam repositori Ubuntu. Sip! Minbar telah terinstalasi di Linux saya, selanjutnya apa?

Mengonfigurasi Minbar

Jalankan Minbar dengan masuk ke menu Applications > Accesories > Minbar Prayer Times, jendela utama Minbar akan muncul.

Disini anda akan melihat empat frame; Times yang menunjukkan informasi waktu sholat hari ini, Location yang menunjukkan posisi kiblat, Timetable yang berisikan satu tombol “Prayer Calendar” yang bila diklik maka akan membuka satu jendela baru dengan susunan kalender beserta waktu sholat pada tanggal yang bersangkutan, dan frame yang terakhir adalah Preferences yang berisikan satu checkbox “Play Athan” dan satu tombol “Preferences”.

Untuk melakukan pengaturan Minbar, klik pada tombol “Preferences” kemudian akan muncul satu jendela baru dengan tiga tab yang akan dijabarkan sebagai berikut:

Tab #1: City Details

Pada tab ini anda akan disuguhi dengan pengaturan yang terkait dengan kota anda berada sekarang. Klik pada tombol “Find City” untuk mencari kota tempat anda tinggal dengan berpanduan pada database Minbar. Bila anda tidak dapat menemukannya, anda dapat mencari di http://www.islamicfinder.org dan mencatat informasi latitude, longitude, city name, dan time zone kota anda. Kemudian memasukkannya secara manual di pengaturan “City Details” pada Minbar. Berikut informasi untuk kota Palembang; latitude: -2.91, longitude: 104.75, time zone: 7.0.

Tab #2: Advanced

Ada tiga frame yang akan anda temukan disini yakni; “Options” yang berisikan satu checkbox “Start minimised to tray.” yang berguna untuk menyembunyikan Minbar langsung ke system tray ketika dijalankan. Frame berikutnya adalah “Notifications” yang berisikan satu checkbox “Yes, notify before N minutes” yang berguna untuk memberikan peringatan bahwa waktu sholat akan segera tiba pada N menit lagi. Frame terakhir adalah “Calculation Method”, yang berisikan pilihan mode kalkulasi waktu sholat berdasarkan beragam sumber dan mazhab.

Tab #3: Athan

Di tab yang terakhir ini anda akan disuguhi dengan pengaturan file adzan yang akan dimainkan ketika waktu sholat telah tiba. Tipe file audio yang didukung oleh Minbar adalah OGG Vorbis (*.ogg). Pilihlah file adzan yang anda inginkan agar dijalankan ketika waktu sholat telah tiba, dan jangan lupa untuk mengklik pada tombol “Play” untuk memastikan bahwa file yang anda pilih benar-benar dapat diputar. Anda dapat mendownload file-file adzan tersebut di link berikut: 1. Adzan Mesir, 2. Adzan Mekah, 3. Adzan Madinah (Subuh).

Bila semua pengaturan telah dilakukan, klik tombol “OK” pada jendela “Edit City Details”, dan klik tombol “Close” pada jendela utama Minbar untuk ‘mengirim’ Minbar ke system tray.

Minbar Otomatis Jalan Ketika Linux Dimulai

Untuk melakukannya, klik pada menu System > Preferences > Sessions. Pada jendela “Sessions Preferences” dan tab “Startup Programs”, kliklah tombol “Add”, dan anda akan disuguhi jendela “Add Startup Program”. Isikan Minbar Prayer Times pada “Name”, minbar pada “Command”, dan Minbar Prayer Times pada “Comment” kemudian klik “OK”, dan klik “Close”. Yup sekarang Minbar akan otomatis dijalankan ketika Linux anda dimulai. Untuk mencobanya, silakan restart komputer anda.

Final Words

Meskipun Minbar ditujukan untuk mengingatkan waktu sholat dengan menjalankan suara adzan, namun Minbar tidak ditujukan untuk menggantikan adzan yang sebenarnya.

Dan karena Minbar ini adalah produk buatan manusia, maka adanya cacat/bug adalah suatu hal yang umum terjadi. Misalnya, terkadang waktu sholat yang ditunjukkannya tidak akurat.

Diharapkan kedepannya Minbar akan dapat berkembang dengan lebih baik lagi. Selamat ber-Minbar ria, nikmati pekerjaan anda di desktop Linux, dan jangan lupa waktu sholat lagi :D *sumpeh, ini bukan curhatan saya loh! hehehe… :P*

  • Share/Save/Bookmark

There Are 4 Responses So Far. »

  1. thanks bgt boss…

  2. nice tutorial…mau nanya nich, untuk file adzannya tidak bisa pake file *.mp3 ya?

  3. mau tanya,mas knapa ditahap menjalankan minbar otomatis jalan ketika linux dimulai saya tidak bisa menemukan jendela sessions di ubuntu saya??
    tolong beri pengarahannya..
    makasih

  4. thank bro, nyimak dolo :D

Post a Response